Penanganan Tipes

Bila mengalami tipes lebih baik segera dibawa ke dokter untuk diberikan obat seperti antibiotik.
Penderita harus istirahat total serta banyak minum air untuk membantu meningkatkan sistem imunitas.

Dibawah ini ada beberapa cara untuk menghindari tipes :
1. Hindari makanan yang tidak higienis
2. Memberi perhatian khusus pada kebersihan air minum, terutama saat banjir.
3. Mencuci tangan sebelum makan.
4. Menghindari mengkonsumsi telur sebaiknya telur yang benar-benar sudah matang.
5. Menghindarkan diri dari hal-hal kotor seperti pencemaran air dan makanan oleh kotoran manusia.
6. Pastikan kamar mandi keluarga terletak jauh dari tempat penduduk mengambil air minum.
7. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup yaitu 7-8 jam/ hari.
8. Olaharaga teratur 3-4 kali dalam seminggu selama 1 jam.

Posted in Penyakit Tipes | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Tipes

Tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan bakteri Salmnella Tifosa . Penyakit ini dapat menyerang tubuh melalui makanan atau miuman yang menyebabkan infeks usus halus.

Banyak yang beranggapan bahwa tipes dan tipus itu sama , hal ini jelas berbeda. Tipus adalah infeksi yang ditularkan tikus yang menyebabkan demam dan ruam, sehingga tipes dan tipus adalah jenis penyakit yang berbeda.

Penyakit ini mudah menular lewat makanan dan minuman yang mengandung bakteri, jika bakteri yang masuk kedalam tubuh, menetap dalam tubuh dan berkembang biak sehingga menyebabkan penyakit tipes.

Tipes mudah menular lewat makanan dan minuman yang menganudng bakteri, jika bakeri yang masuk dalam tubuh, menetap dalam tubh dan berkembang biak maka gejala diawali dengan demam tinggi antara 39-40 derajat celcius dan lebih dari satu minggu.
Pola demam pun makin hari makin naik layaknya anak tangga. Demam menurun secara bertahap dan suhu penderita kembali normal pada minggu atau 10 hari berikutnya. Tetapi, gejala dapat timbul kembali selama dua minggu sesudah dmam menghilang.
Infeksi ni dapat juga menyebabkan diare dan infeksi ini dapat sembuh dalam waktu satu hingga dua hari.

 

Posted in Penyakit Tipes | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Penyakit Tipes

Pencegahan demam tifoid harus dimulai dari higiene perorangan dan lingkungan, misalnya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, sesudah buang air, tidak buang air besar ataupun air kecil sembarangan, membuang sampah pada tempatnya, menutup hidangan makanan sehingga terhindar dari lalat, mencuci lalapan atau buah-buahan segar secara bersih.

Saat ini vaksinasi demam tifoid tersedia 2 pilihan yaitu vaksin hidup yang dilemahkan (Ty21A) dan vaksin polisakarida Vi. Vaksinasi ini ditekankan pemberiannya bagi kita yang tinggal didaerah endemik ataupun bagi turis yang akan masuk ke daerah endemik.

Vaksin-vaksin tifoid ini hanya memberikan perlindungan atas infeksi Salmonella typhii tidak pada bakteri lainnya. Namun, meskipun kita sudah diberi vaksin ini, tidak sepenuhnya terbentuk perlindungan terhadap penyakit demam tifoid. Kita masih tetap harus menghindari sumber infeksi, karena daya lindung vaksin tifoid hanya sekitar 50% – 70%.

1. Vaksin Tifoid Oral

Vaksin Ty21A berupa kapsul yang diberikan kepada orang dewasa dan anak berumur lebih dari 6 tahun. Cara pemberiannya dengan 4 dosis, selang 1 hari (hari 1 – 3 – 5 – 7), pemberian ulangan diakukan tiap 5 tahun. Bagi turis yang hendak masuk daerah endemik, vaksin diberikan 1 minggu sebelum berangkat. Respon imun akan terbentuk 10 – 14 hari setelah dosis terakhir. Kapsul ditelan utuh sebelum makan dan diminum dengan air dingin (suhunya tidak lebih dari 37 derajat Celcius).

Yang perlu diperhatikan dalam pemberian vaksin ini adalah tidak boleh dilakukan saat sedang demam, tidak boleh dilakukan pada orang dengan penurunan sistem kekebalan tubuh (HIV, keganasan, sedang kemoterapi, atau sedang terapi steroid) dan riwayat reaksi anafilaksis (alergi) pada pemberian dosis pertama serta tidak boleh kepada orang dengan alergi gelatin.

Apabila seseorang sedang mengalami gangguan pencernaan, pemberian vaksin harus ditunda. Penggunaan antibiotik harus dihindari 7 hari sebelum atau sesudah pemberian vaksin. Obat antimalaria ditunda pemberiannya setelah hari ke-3 setelah dosis terakhir. Selain itu, vaksin tifoid oral tidak boleh diberikan bersamaan dengan vaksin polio oral, jarak antar pemberian sebaiknya 2 minggu.

Efek samping yang ditimbulkan oleh vaksin ini cukup ringan, yaitu berupa muntah, diare, demam, dan sakit kepala. Dengan efektivitas vaksin yang lebih tinggi dan disertai efek samping yang lebih rendah daripada jenis vaksin tifoid lainnya, maka vaksin tifoid oral ini merupakan pilihan utama. Sayangnya, vaksin oral belum tersedia di Indonesia.

2. Vaksin Tifoid Polisakarida Vi

Vaksin ini berasal dari polisakarida Vi dari kapsul Salmonella typhii. Cara pemberiannya cukup mudah, yaitu dosis 1 kali suntikan intramuskuler atau dalam otot, biasanya di lengan atas untuk orang dewasa atau di paha atas bagi anak-anak. Sebaiknya, suntikan diberikan 2 minggu sebelum berkunjung ke daerah endemik dengan ulangan pemberian setiap 3 tahun. Respon imunitas akan terbentuk dalam 15 hari sampai 3 minggu setelah imunisasi.

Vaksin ini dapat diberikan pada orang dengan gangguan imunitas (daya tahan tubuh). Keadaan yang dihindarkan saat pemberian vaksin adalah jangan diberikan sewaktu demam, riwayat alergi, dan keadaan penyakit akut.

Efek samping yang timbul berupa demam, pusing, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot tempat suntikan dan reaksi-reaksi alergi seperti timbul bintik kemerahan dan gatal.

Posted in Penyakit Tipes | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebaran dan Penularan Tipes

Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Salmonella typhii, yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan yang masih perlu mendapatkan perhatian. WHO memperkirakan jumlah kasus demam tifoid diseluruh dunia mencapai 16-33 juta dengan 500 – 600 ribu kematian tiap tahunnya, yaitu sekitar 3,5% dari seluruh kasus yang ada. Di Indonesia, demam tifoid merupakan penyakit endemik (penyakit yang selalu ada di masyarakat sepanjang waktu walapun dengan angka kejadian yang kecil). Angka kejadian demam tifoid bervariasi di setiap daerah. Hal iniĀ  berhubungan erat dengan penyediaan air bersih yang belum memadai dan sanitasi lingkungan yang buruk serta pembuangan sampah yang kurang memenuhi syarat kesehatan lingkungan. Vaksinasi terhadap demam tifoid merupakan alternatif untuk menurunkan kejadian demam tifoid mengingat semakin meningkatnya kuman tifoid yang kebal terhadap antibotika.

Penyebaran dan Cara Penularan

Manusia dapat terinfeksi tifoid setelah memakan atau meminum minuman yang terkontaminasi kotoran (feses) atau air seni (urin) yang tercemar Salmonella typhii. Sumber penularan penyakit adalah penderita yang aktif mengeluarkan Salmonella typhii dalam kotoran (feses) dan air seninya, baik pada saat sedang sakit maupun pada fase penyembuhan. Selain itu, sebanyak 3% – 5% penderita akan menjadi carrier (pembawa kuman). Demam tifoid paling sering di derita pada kelompok umur 12 – 30 tahun (70% – 80%), diikuti kelompok umur 30 – 40 tahun (10% – 20%).

Gejala dan Tanda

Penyakit ini ditandai dengan demam lebih dari 7 hari (bila tidak segera diobati), gangguan pola buang air besar, mual, tidak mau makan, sakit kepala, pusing, badan dan persendian ngilu-ngilu. Bisa disertai batuk pilek. Gangguan pencernaan yang timbul berupa rasa tidak nyaman di perut, mual-muntah, diare sampai susah buang air besar. Keterlambatan pengobatan (terutama 2-3 minggu tanpa pengobatan) dapat menyebabkan komplikasi, seperti : perdarahan usus, kebocoran usus, kelumpuhan usus, atau radang pankreas.

Diagnosis

Diagnosis demam tifoid ditegakkan berdasarkan gejala klinis, disertai pemeriksaan klinis yang didapatkan dari suhu tubuh yang tinggi, lidah tifoid, pembesaran hati dan limpa. Pemeriksaan yang sering digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis demam tifoid adalah uji widal, IDL TUBEX, Typidot dan Typidot M. Hasil dari ketiga pemeriksaan ini dapat diperoleh dalam beberapa menit sampai beberapa jam, dengan tujuan untuk menilai antibodi terhadap Salmonella typhii. Namun, untuk memastikan adanya demam tifoid perlu dilakukan pemeriksaan biakan darah, biakan feses atau urin.

Pengobatan

Penderita demam tifoid perlu dirawat di rumah sakit agar dapat beristirahat secara lebih baik. Pemberian makanan dimulai dengan bubur saring, kemudian bubur kasar, dan akhirnya nasi. Tahap pemberian ini dimaksudkan untuk menghindari komplikasi perdarahan usus atau perforasi usus, karena banyak pendapat mengatakan bahwa usus perlu diistirahatkan. Untuk membunuh kuman tifoid diperlukan pemberian antibiotik.

Posted in Penyakit Tipes | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Tipes dan Perawatannya

Demam tifoid atau penyakit tipes terjadi pada anak-anak di beberapa bagian di dunia.

Penyakit ini disebabkan oleh organisme bakteri, Salmonella typhii. Bakteri ini ada pada makanan yang terkontaminasi, susu, sayuran atau air yang belum direbus. Lalat rumah membawa infeksi dari urin atau tinja penderita atau pembawa penyaki ini dengan cara menempel ke peralatan makanan sehingga menyebabkan orang lain terinfeksi. Jangan membiarkan anak membeli es krim, dan sebagainya yang di jual di warung-warung tanpa memperhatikan kebersihannya. Hal yang sama juga berlaku untuk es krim yang dijual di tempat lain.

Kejadian tipes yang tertinggi terjadi di musim panas dan hujan ketika populasi lalat paling banyak.

Anak akan mengalami demam ringan hingga demam berat, biasanya sekitar 102 derajat Fahrenheit. Demam ini tetap terjadi meskipun penderita sudah diberikan antipiretik. Selera makan hilang atau berkurang, lidah terasa kaku, mengantuk (istilah “tifoid” berarti kehilangan sedikit kesadaran) dan anak terlihat sakit dan toksik. Sakit kepala, muntah, sakit perut dan distensi serta anemia adalah hal yang biasa muncul. Tidak seperti orang dewasa, tifoid pada anak biasanya mengakibatkan diare ringan dan bukan konstipasi.

Ketika dokter memberikan resep obat yang harus dikonsumsi sesuai petunjuk, jangan panik ketika demamnya tidak segera turun. Sebagai respons normal, obat itu akan membutuhkan beberapa hari untuk bekerja. Jangan lupa memperhatikan makanan Anak. Mereka harus tetap diberikan makanan semi-padat atau makanan padat. Mereka lebih menyukai makanan lembut seperti pisang, mangga, yoghurt, susu, dan telur untuk memulainya. Berikan jus dan sup tapi jangan hanya mementingkan cairan dalam makanan itu. Yag dibuuhkananak yang sedang sakit ini adalah makanan normal termasuk daging, lebih baik jika diberikan sejak awal.

Perawatan Tipus

1. Harus berobat tuntas, dalam artian, pada saat sakit, harus istirahat total, makan makanan yang lunak, dan antibiotik yang diberikan dokter dihabiskan, sampai 7 hari bebas demam. Dengan cara demikian, semoga hampir semua bakteri mati, dan sisa bakteri yang masih hidup dapat diatasi oleh sistem kekebalan tubuh.

2. Jangan makan makanan yang kurang sehat dan bersih, karena kemungkinan tipus dapat menyerang kembali.

3. Daya tahan tubuh juga harus ditingkatkan, seperti gizi yg baik, tidur 7-8 jam sehari, olah raga secara teratur 3- 4 kali seminggu selama 1 jam.

4. Bagi orang yang pernah mengalami penyakit tipus sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang sangat melelahkan. Karena akan lebih mudah kambuh kembali daripada orang yang sama sekali belum menderita tipus.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment