Penyebaran dan Penularan Tipes

Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Salmonella typhii, yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan yang masih perlu mendapatkan perhatian. WHO memperkirakan jumlah kasus demam tifoid diseluruh dunia mencapai 16-33 juta dengan 500 – 600 ribu kematian tiap tahunnya, yaitu sekitar 3,5% dari seluruh kasus yang ada. Di Indonesia, demam tifoid merupakan penyakit endemik (penyakit yang selalu ada di masyarakat sepanjang waktu walapun dengan angka kejadian yang kecil). Angka kejadian demam tifoid bervariasi di setiap daerah. Hal iniĀ  berhubungan erat dengan penyediaan air bersih yang belum memadai dan sanitasi lingkungan yang buruk serta pembuangan sampah yang kurang memenuhi syarat kesehatan lingkungan. Vaksinasi terhadap demam tifoid merupakan alternatif untuk menurunkan kejadian demam tifoid mengingat semakin meningkatnya kuman tifoid yang kebal terhadap antibotika.

Penyebaran dan Cara Penularan

Manusia dapat terinfeksi tifoid setelah memakan atau meminum minuman yang terkontaminasi kotoran (feses) atau air seni (urin) yang tercemar Salmonella typhii. Sumber penularan penyakit adalah penderita yang aktif mengeluarkan Salmonella typhii dalam kotoran (feses) dan air seninya, baik pada saat sedang sakit maupun pada fase penyembuhan. Selain itu, sebanyak 3% – 5% penderita akan menjadi carrier (pembawa kuman). Demam tifoid paling sering di derita pada kelompok umur 12 – 30 tahun (70% – 80%), diikuti kelompok umur 30 – 40 tahun (10% – 20%).

Gejala dan Tanda

Penyakit ini ditandai dengan demam lebih dari 7 hari (bila tidak segera diobati), gangguan pola buang air besar, mual, tidak mau makan, sakit kepala, pusing, badan dan persendian ngilu-ngilu. Bisa disertai batuk pilek. Gangguan pencernaan yang timbul berupa rasa tidak nyaman di perut, mual-muntah, diare sampai susah buang air besar. Keterlambatan pengobatan (terutama 2-3 minggu tanpa pengobatan) dapat menyebabkan komplikasi, seperti : perdarahan usus, kebocoran usus, kelumpuhan usus, atau radang pankreas.

Diagnosis

Diagnosis demam tifoid ditegakkan berdasarkan gejala klinis, disertai pemeriksaan klinis yang didapatkan dari suhu tubuh yang tinggi, lidah tifoid, pembesaran hati dan limpa. Pemeriksaan yang sering digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis demam tifoid adalah uji widal, IDL TUBEX, Typidot dan Typidot M. Hasil dari ketiga pemeriksaan ini dapat diperoleh dalam beberapa menit sampai beberapa jam, dengan tujuan untuk menilai antibodi terhadap Salmonella typhii. Namun, untuk memastikan adanya demam tifoid perlu dilakukan pemeriksaan biakan darah, biakan feses atau urin.

Pengobatan

Penderita demam tifoid perlu dirawat di rumah sakit agar dapat beristirahat secara lebih baik. Pemberian makanan dimulai dengan bubur saring, kemudian bubur kasar, dan akhirnya nasi. Tahap pemberian ini dimaksudkan untuk menghindari komplikasi perdarahan usus atau perforasi usus, karena banyak pendapat mengatakan bahwa usus perlu diistirahatkan. Untuk membunuh kuman tifoid diperlukan pemberian antibiotik.


=====================================

>>> Kapsul Herbal Tipes Untuk Mengobati Penyakit Tipes, Antibiotik, Meningkatkan Kekebalan Tubuh Sekaligus Meredakan Gejala-Gejala Yang Menyertainya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Tipes and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *